Templates by BIGtheme NET
Terbaru
Rumah » informasi » Cekal Teroris Masuk ke Bumi Kalimantan Barat
Sniper

Cekal Teroris Masuk ke Bumi Kalimantan Barat

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalbar yang diketuai Sekda Kalbar, Drs HM Zeet Hamdy Assovie MTM, akan menyelenggarakan pelatihan unik dan seru bagi berbagai kalangan. Yakni pelatihan jurnalisme damai bertema, “Cekal Teroris Masuk ke Bumi Kalimantan Barat”.

Dalam rilis yang dikirim FKTP ke tribunpontianak.co.id, Ketua FKPT Kalbar, Drs HM Zeet Hamdy Assovie MTM, menyebutkan, aksi terorisme adalah “hantu” bagi dunia, tak terkecuali di Indonesia, sehingga Kalimantan Barat pun harus mawas diri.

Satu di antara upaya pencegahan adalah memperbanyak warga yang tajam insting serta penginderaannya sehingga laksana insan pers profesional yang selalu siaga, di mana mereka selalu menyebarkan informasi, melakukan edukasi, serta mampu menghibur masyarakat (entertein). Pada gilirannya dengan “pelatihan peace journalism” FKPT Kalbar yang bekerjasama dengan Badan Nasional Pencegahan Terorisme (BNPT) Pusat berusaha mengantisipasi merebaknya paham teror yang merugikan semua pihak.

Zeet Assovie menjelaskan bahwa di Kalbar sudah dilakukan penelitian soal sel-sel terorisme antara FKPT dan BNPT (2014), dan terbukti di daerah ini masuk ke dalam kategori aman. Namun Kalbar masuk kriteria “rawan terhadap pelintasan pelaku teror” seperti pernah terjadi di Kabupaten Melawi beberapa tahun yang lalu.

Bahkan aktor intelektual bom Bali serta sejumlah bom-bom besar di Tanah Air, Dr Azahari juga kerap kali bolak-balik Malaysia melalui Kalbar.

“Untuk itulah pelatihan jurnalisme damai sangat penting dan strategis dilakukan oleh FKPT. Apalagi saat ini ada media sosial tempat mereka menuangkan pengamatannya. Dengan demikian agen pengamat keamanan kita semakin besar. Kalbar harus kita jaga keamanannya sampai kapan pun,” ungkap M Zeet yang menyelesaikan pendidikan pariwisatanya di Negeri Kangguru, Australia.

Menurut M Zeet Hamdy yang juga Ketua PW Nahdlatul Ulama Kalbar, paham terorisme perlu diwaspadai. Terutama kelompok fatalis yang kerap menyalah-artikan konsepsi jihad fisabilillah di dalam ajaran Islam. Hal senada terjadi pada kelompok atau agama berpaham ortodoks selain Islam.

“Kita mesti bersatu menjaga keamanan Kalbar yang sudah terwujud dengan baik selama satu dasawarsa terakhir,” imbuhnya.

Pelatihan “Peace Journalism” ini melibatkan 225 peserta bertempat di Balairung Sari Rumah Melayu, Jl Sutan Syahrir Kota Pontianak pada Rabu (26/8) dan akan dimulai pukul 08.00 WIB-17.00. Narasumber hadir dari Kemitraan USAID Cq Konsultan Komunikasi, instruktur BNPT dan sejumlah guru besar universitas papan atas di Indonesia.

Peserta sebanyak 225 orang pun datang dari berbagai unsur masyarakat. Namun pada umumnya, mereka adalah pegiat pers sekolah, pers kampus, guru, insan pers profesional, humas atau “public relation” serta tokoh masyarakat. (*)

Tentang fkptkalbar